Tuesday, April 2, 2013

Persiapan Commissioning Modem Hughes

- 0 comments
HN7700S
Modem Hughes merupakan modem satelit yang banyak digunakan perusahaan provider besar di negeri ini. Produk paman Sam ini tergolong bandel dikelasnya desainnya yang tipis dan ringan sangat mudah dibawah kelokasi serta mudah di konfigurasi. Point ini sangat bermanfaat bagi teknisi VSAT yang selalu mobile membawa peralatan yang berat. Nah, jika anda teknisi VSAT atau teknisi dadakan yang akan melakukan instalasi modem Hughes ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan.


1. Siapkan peralatan pendukung
   Peralatan pendukung / Tools :
- PC / Notebook dilengkapi dengan Port Ethernet LAN
- Kabel LAN / UTP kabel RJ 45 Cross
- Tools lengkap untuk pemasangan Instalasi Antena

2. Koneksikan perangkat seperti gambar berikut.
hughes
koneksi modem hughes
antena
3. Setting IP laptop
IP Default bawaan pabrik untuk modem Hughes HX50 adalah 192.168.0.1 / 255.255.255.252 Maka Set Ethernat LAN PC / Komputer anda dengan IP Address 192.168.0.2 Subnet Mask 255.255.255.252, dengan Gateway 192.168.0.1 / IP Modem Hughes HX50 (seperti contoh dibawah)
Seting dengan Windows XP :
Masuk ke menu Control Panel – Network Conection – Local area conection.
Klik Properties – Internet Protocol ( TCP/IP ).
Masukan seting IP diatas seperti gambar dibawah ini :
LAN


Ketik perintah ipconfig lalu enter.
instalasi VSAT
4.  Cek koneksi
Lakukan Ping ke IP perangkat modem dengan mempergunakan Command  ping 192.168.0.1 (seperti contoh di bawah) :
Maintenace VSAT
Sampai disini koneksi antara modem dan laptop telah berhasil, selanjutnya tinggal commissioning, caranya bisa dilihat pada artikel ini Cara commissioning modem hughes menggunakan telnet

Selain Persiapan diatas ada yang perlu diperhatikan pula yaitu.
Hal yang harus diperhatikan :
1.    Tegangan listrik harus stabil (220 Volt). apabila perlu gunakan tambahan perangkat Stavolt atau UPS.
2.    Tegangan Neutral dengan Grounding harus di bawah 1 Volt AC
3.    Penempatan Antena pada permukaan yang datar (tiang antena harus vertical)
4.    Arah Antena ke Satelite tidak boleh terhalang apapun
5.    Antena harus di hubungkan ke grounding
6.    Referensi Untuk Pointing Antena Ke Arah Satelit yang dituju dengan berpatokan pada nilai Elevasi dan   Azimuth Posisi Antena VSAT/St Bumi
7.    Pemasangan F Connector indoor dan Outdoor harus sesuai dengan procedure.
8.    Modem harus ditempatkan pada suhu ruangan yang sejuk tidak boleh panas.
9.    Selalu koordinasi dengan  HUB NOC pada saat Pemasangan.
[Continue reading...]

Cara Commissioning Modem Hughes Menggunakan Telnet

- 1 comments
Cara Commissioning, konfigurasi, config, configure atau setting Modem Hughes untuk seri DW/HN/HX. Pengalaman penulis, cara commissioning modem hughes relatif sama dengan seri lain seperti seri HN7000,HN7700S,HX50. Sebelum melakukan commissioning sebaiknya baca artikel berikut persiapan commissioning modem hughes.
Ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk melakukan commisioning/setting modem hughes, yaitu menggunakan telnet atau broswer. Kali ini kita akan membahas cara commissioning menggunakan telnet, namun jika anda penggunan windows 7 atau lainnya aktifkan fitur telnetnya terlebih dahulu, caranya bisa dilihat di http://corenova.wordpress.com/2010/09/30/cara-mengaktifkan-telnet-di-windows-7/
Berikut urutan langkah-langkah commissioning modem Hughes HN7700S
1. Lakukan telnet ke IP modem pada port 1953 agar kita bisa configure modem tersebut :
hughes
2. Tekan ENTER maka akan masuk ke Main Menu Modem.
config hughes modem
3. Main Menu :
setting modem
4. Melihat Serial CAC Modem :
Perlu diketahui bahwa modem hughes tidak akan bisa digunakan jika tidak didaftarkan nomor serial CAC modem ke NOC. Informasikan nomor serial tersebut ke NOC Anda dan kemudian mintalah VSAT Management IP Address  Remote yang akan kita pasang.
HX50
5. Setting Modem :
Kembali ke menu utama, lalu tekan a pada keyboard diakhiri ENTER. Contoh pengisian seperti berikut (jika perlu mintalah untuk dipandu oleh NOC pengisian nilai parameter berikut).
Main Menu:
 (a)  Configure Boot Parameters
 (b)  Display Current Configuration
 (c)  Display Satellite Interface Statistics
 (d)  Display Active Routing Table
 (f)  Run Software Download Monitor
 (h)  Display Reset History
 (i)  Installation

 (pc) (Parameter Clear)     Clear Configuration
 (pw) (Parameter Write)     Write Configuration
 (rr) (Gateway Reset)       Reset the Gateway
 (rd) (Gateway Deconfigure) Force Download and Acquire New Keys
 (z)  Logout

Main Menu (<?/CR> for options): a
Type \ followed by <CR> at any time to return to the main menu
Type - followed by <CR> to go back one parameter
VSAT Return Path (1 = Receive Only, 2 = Inroute, 3 = LAN1, 4 = LAN2) <2>: 2
Satellite Longitude degrees <99>: XXX (posisi satelit yang dituju)
Satellite Hemisphere (0 = East, 1 = West) <1>: X (posisi satelit yang dituju)
VSAT Longitude degrees <77>: XXX (koordinat lokasi remote terpasang)
VSAT Longitude minutes <18>: XXX (koordinat lokasi remote terpasang)
VSAT Longitude Hemisphere (0 = East, 1 = West) <1>: X (koordinat lokasi remote terpasang)
VSAT Latitude degrees <39>: X (koordinat lokasi remote terpasang)
VSAT Latitude minutes <8>: XX (koordinat lokasi remote terpasang)
VSAT Latitude Hemisphere (2 = North, 3 = South) <2>: X (koordinat lokasi remote terpasang)
Satellite Channel Frequency <13300 x100Khz>: XXXXX (Minta nilainya ke NOC)
Receive Symbol Rate <22000000 Sps>: XXXXXXX (Minta nilainya ke NOC)
Frequency Band / Modulation (? For Options) <1>: X (Minta nilainya ke NOC)
Rx Polarization (0 = Vertical. 1 = Horizontal) <1>:X (Minta nilainya ke NOC)
Tx Polarization (0 = Horizontal. 1 = Vertical) <0>:X (Minta nilainya ke NOC)
LNB 22KHz Switch (0 = Off. 1 = On) <0>:X (Minta nilainya ke NOC)
DVB Mode (1 = DVB-S, 2 = DVB-S2-CCM, 3 = DVB-S2-ACM) <1>: X (Minta nilainya ke NOC)
DVB Program Num for user data <0>: XXXXX (Minta nilainya ke NOC)
DVB Program Num for DNCC data <0>: XXXXX (Minta nilainya ke NOC)
LAN1 IP Address <0.0.0.0>: XXX.XXX.XXX.XXX (Tidak perlu diisi,akan terisi otomatis jika telah melakukan download file)
LAN1 Subnet Mask <255.255.255.0>: XXX.XXX.XXX.XXX (Tidak perlu diisi,akan terisi otomatis jika telah melakukan download file)
LAN2 IP Address <0.0.0.0>: (Tidak perlu diisi,akan terisi otomatis jika telah melakukan download file)
LAN2 Subnet Mask <255.255.255.0>: (Tidak perlu diisi,akan terisi otomatis jika telah melakukan download file)
Number of Static Routes in Routing Table <0>: (Minta nilainya ke NOC)
IP Gateway IP Address <100.100.100.100>: XXX.XXX.XXX.XXX (Minta nilainya ke NOC)
SDL Control Channel Multicast IP Address <224.0.1.4>: XXX.XXX.XXX.XXX (Minta nilainya ke NOC)
 VSAT Management IP Address <10.0.0.0>: XXX.XXX.XXX.XXX (Minta nilainya ke NOC)
 Default Gateway (meaningful for LAN return path only) <10.0.0.10>: XXX.XXX.XXX.XXX (Minta nilainya ke NOC)

Main Menu (<?/CR> for options): pw
Writing the configuration file may reboot this VSAT
Write Configuration - Are you sure? (y/n): y
Main Menu (<?/CR> for options):
MODEM AKAN REBOOT.

6.Melihat konfigurasi yang telah di isi :
Contoh hasil setting modem, IP Lan telah terisi karena telah melakukan download file.
hughes modem
7. Antena Pointing :
Lakukan Pointing Antena / arahkan Antena ke Satellite yang akan digunakan sampai nilai SQF di pojok kiri bawah hingga Maksimal dengan (dengan merubah AZIMUT, ELEVASI dan memutar POLARIZATION/FEEDHORN).
Menu Pointing :
signal
Setelah kita dapat Pointing dan hasilnya maksimal ( nilai SQF naik menjadi lebih kurang 85 sampai dengan 91 ) , untuk melakukan CROSSPOLE HUBUNGI HUB NOC anda , untuk C/W dari remote di lakukan melalui HUB NOC, Setelah NOC menyatakan bahwa Remote tersebut sudah C/W langsung koordinasi dengan pihak pengontrol satelite untuk melakukan proses Crosspole. Lakukan pergerakan Antena sebagai mana kita melakukan Crosspole biasanya sesuai petunjuk operator satelit. Setelah nilai yang di capai sudah berhasil ( contoh CPI berkisar 35 sd 40 dB). Mintalah Remote tersebut di normalkan kembali. Setelah Crosspole berhasil dan remote sudah di normalkan kembali, Masuk ke Main Menu seperti gambar di bawah ini kemudian lakukan Ranging pada Menu I (Installation)
Gambar pada saat Ranging :
config hughes modem
Gambar setelah berhasil ranging :
hughes
Statistics :
hughes
8. Run Software Download Monitor :
Lakukan download dan tunggu beberapa menit hingga hasilnya All Files Downloaded. No pending Changes. Jika telah berhasil maka seluruh lampu modem akan ON seperti pada gambar. Langkah terakhir Samakan Network LAN PC dengan konfigurasi IP LAN1 Modem sesuai dengan IP yang dipergunakan. Maka IP modem akan menjadi IP Gateway untuk semua PC atau komputer network lokal. Lakukan pengetsan ping ke salah satu IP yang aktif disisi HUB cebtral NOC anda. Informasikan kepada NOC Sebelum meninggalkan lokasi kerja,.
modem
hughes
Selamat berjuang para Teknisi VSAT,.
[Continue reading...]

Sunday, March 24, 2013

Diagram Hub Shiron

- 0 comments
Berikut adalah foto diagram HUB untuk Modem shiron atau telefunken. Dulunya merk modem shiron yang beredar di indonesia namun karena masalah regulasi jadi berubah nama menjadi telefunken jadi intinya sama saja cuma berubah merek doang. Cara kerja HUBnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini, semoga bisa membantu...
hub telefunken
[Continue reading...]

Cara Mengatasi Kerusakan Pada Modem iDirect

- 0 comments
Langkah-langkah perbaikan kerusakan, Troubleshooting atau gangguan pada modem idirect ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis sewaktu melakukan maintenance VSAT IP PT. Patrakom di beberapa lokasi yang dirangkum dalam sebuat tabel. Hal ini semata untuk tujuan pembelajaran agar tidak dilupa dikemudian hari dan berguna bagi sesama teknisi VSAT. Tambahan atau komentar sangat dibutuhkan demi menambah pengetahuan bersama. Berikut saya lampirkan dalam tabel jenis gangguan dan cara mengatasinya. Terima Kasih


NO.INDIKASI PADA MODEMKERUSAKANPENYEBAB GANGUANLANGKAH PERBAIKAN
1.Normal ( Lampu rx,tx,net,power =ON)Transmit modem tidak terdeteksi di pusatSetting transmit mute, kabel rx belum terpasang>Jika sebelumnya pada saat transmit kabel RX dilepas maka coba pasang kembali kabel RX
> masuk di CMD ketik Username : admin Password : P@55w0rd!
> ketik tx status ( hasil : un-mute / mute)
> (TEST CW) Jika hasil : mute ketik "tx iflDC on" enter sama "tx ifl10 on" enter sama "tx enable on" enter, kemudian tes CW diNCC Patrakom di RF UP link 6065 Telkom1 4H atau di HUB Telkom cibinong di nomor bebas pulsa 08001778224 di RF Up link 6280 BUC LO 4900 Telkom1 9H
2.Lampu TX dan NET menyala bergantianTransmit modem bermasalahPower BUC lemah, Konektor BUC berkarat> Cek konektor BUC dan modem, Tukar kabel RX ke TX
> Ganti BUC
> Test CW seperti langkah diatas
3Normal ( Lampu rx,tx,net,power =ON)Jaringan lambatterlalu banyak komputer yang di share ke jaringan> Cek current sinyal ( maksimalkan pointingan antena)
> Cross poll
> Kordinasikan dengan NCC Patrakom
[Continue reading...]

Monday, March 18, 2013

Standar Operasional Prosedur (SOP) lnstallasi VSAT 1.8 Meter

- 0 comments
Standar Operasional Prosedur (SOP) lnstallasi VSAT adalah suatu standar installasi yang harus diterapkan pada saat installasi untuk mencapai kwalitas installasi yang maksimal agar sesuai dengan yang diharapkan. Setiap perusahaan VSAT memiliki SOP sendiri sebagai pedoman installer dalam melaksanakan pekerjaannya. Jadi setiap Teknisi (lnstaller) diwajibkan melakukan installasi sesuai denngan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut agar kwalitas installasi benar-benar memenuhi standar untuk mancapai manfaat yang maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan.
Sebelum memulai installasi VSAT seorang teknisi harus mengetahui hal-hal berikut:
a. Mengetahui posisi satelit tujuan termasuk arah azimuth dan sudut elevasi. Lihat caranya di Cara Menentukan arah antena VSAT ( Parabola ).
b. Arah antenna tidak ada yang menghalangi atau line of sight dengan satelit tujuan, terutama pepohonan karena akan sangat berdampak dengan kwalitas sinyal yang diterima.
c. Usahakan mencari lokasi yang gampang dijangkau demi memudahkan teknisi saat melakukan maintenance.
d. Mempersiapkan Tools dan Laptop.
Berikut adatah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai Standar Operasional Prosedur lnstallasi (SOP) VSAT tersebut:
1. Karena yang digunakan adalah Single Mounting ( Penetrating ) atau Ground Mounting maka langkah awal yang harus dilakukan adilah menggali lubang untuk menanam Mounting dengan ukuran 50cm x 50cm dengan kedalaman 60cm. Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini:
installasi VSAT
2. Langkah kedua adalah menanam grounding root, sebaiknya grounding root ditanam didalam lubang dan langsung dikaitkan dengan kabel grounding sebelum dilakukan pengecoran single mounting. Langkah kedua ini kelihatannya sepele tetapi harus diperhatikan karena seringkali langkah ini dilupakan, lihat gambar dibawah ini:
installasi VSAT
3. Langkah Selanjutnya adalah pasang mounting. Gunakan tiang penyangga untuk menopang mounting dan jangan dicor terlebih dahulu sebagai antisipasi jika dilokasi tersebut tidak mendapatkan sinyal akan memudahkan untuk dipindah kelokasi yang lain. Namun yang perlu diperhatikan adalah kekuatan tiang penyangga agar mounting tidak bergeser bila diberi beban dish antenna. Waterpass atau angle meter bahwa kandisi mounting betul-betul tegak lurus sehingga akan didapat hasil seperti dibawah ini:
VSAT
Level angle
4. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan Reflektor, pasang satu per satu frame support di belakang Reflektor. Pertama adalah dua buah spar reflector yang langsung menempel di reflector dengan keempat bautnya, lihat gambar dibawah ini:
Replector
5. Berikutnya pemasangan center frame support, dan ini tengah-tengah dari reflector sehingga nantinya hasil pointing bisa maksimal, lihat gambar dibawah ini:
replector
6. Setelah Frame Support terpasang, langkah selanjutnya adalah pemasangan Canister yang telah dilengkapi dengan pengatur Elevasi dan Azimut. Lihat gambar dibawah ini:
andrew
7. Langkah selanjutnya angkat reflector, pasangkan Canister pada Single Mounting yang telah di tanam dan pastikan juga Canister dalam kondisi tegak lurus dengan menggunakan Angle meter. Lihat gambar dibawah ini:
Canister
8. Selanjutnya rakit tiga spar penyangga feedhorn pada clamp feedhorn untuk mempermudah pemasangannya pada reflector nantinya. Lihat gambar dibawah ini:
feedhorn
9. Dan pasangkan spar tersebut pada feflector, seperti gambar dibawah ini:
antena
antena
10. Selanjutnya pemasangan feedhorn yang telah dirakit dengan LNB dan BUC-nya.Kemudian pasangkan kabel RG6 yang telah dilengkapi dengan konektornya, dan dilapisi dengan rubber tape untuk menjaga kemungkinan hujan tiba-tiba sebelum melakukan pointing. jangan lupa juga untuk menyambungkan kabel grounding ke BUC dan juga kemodem. Lihat gambar dibawah ini:
BUC
11. Selanjutnya setting modem dan lakukan pointing antenna hingga mendapatkan sinyal yang maksimal dilanjutkan dengan melakukan pengecoran Single Mounting, material yang digunakan adalah standar 1:2:3 dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika pengecoran telah selesai dapat lakukan cross pole jika memungkinkan. Koordinasikan dengan NOC operator untuk melakukan cross pole. Terakhir rapikan instalasi kabel IFL, grounding dan penempatan Modem.
antena vsat

vsat
[Continue reading...]

Tuesday, March 12, 2013

 
Copyright © . Tutorial VSAT, Parabola TV dan Teknologi Informatika - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger